Feb 13, 2017

Yu Youzhen Kisahnya Mendidik Anak Dengan Tidak Memanjakan Harta-Kekayaan

Posted by on Feb 13, 2017

Yu Youzhen mungkin sobat Blogger baru dengar nama beliau. Sama, saya juga baru dengar nama beliau dan saya tertarik dengan kisah kehidupannya langsung saya googling dan benar banyak artikel yang menuliskan tentang beliau. Yu Youzhen seorang ibu yang sangat hebat bagi putra-putrinya. Kehebatan beliau bukan karena harta kekayaannya yang melimpah, tetapi cara beliau mendidik putra-putrinya yang pa
tut kita acungi jempol.

Kisah motivasi ini sungguh banyak menginspirasi orang di dunia ini. Seorang ibu di dunia ini tentunya ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi putra-putrinya. Pendidikan dalam artian bukan hanya pendidikan formal di bangku sekolah saja, tetapi pendidikan secara luas yang nantinya akan menjadi bekal hidup putra-putri kita kelak dikemudian hari. Sama halnya dengan ibu-ibu yang lain, Yu Youzhen ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi kedua putra-putrinya, termasuk bagaimana menyiapkan putri-putrinya untuk menghadapi masa depan secara mandiri tidak dimanjakan dengan harta kekayaan. Kisah Yu Youzhen ini mungkin bisa menjadi cerminan bagi kita sebagai orang tua dalam mendidik anak-anak kita.

Kisah Yu Youzhen yang Sangat Menginspirasi

Yu Youzhen (57 tahun) seorang ibu berasal dari daerah Wuhan - Tiongkok kisah hidupnya sungguh sangat menginspirasi banyak orang. Bagaimana tidak, seorang ibu yang memiliki kekayaan kurang lebih US $ 2 Juta ini pekerjaan sehari-harinya sebagai tukang sapu jalanan. Yu Youzhen bekerja sebagai buruh sapu jalan raya di kawasan Distrik Chengguan - Wuchang. Beliau harus bangun jam 3 pagi lalu menyapu jalan raya sepanjang 3 km, dan pekerjaan ini telah dilakoninya sejak tahun 1998. Padahal, dengan kekayaan yang Ia miliki bisa membuatnya hidup santai dan jalan-jalan keliling dunia. Namun hal ini tidak Ia lakukan, Ia memilih untuk menjadi tukang sapu jalanan yang setiap pagi harus menyapu dan membersihkan jalanan dari sampah dan kotoran.

Baca juga : Kisah Sukses Andrew Carnegie yang Harus Kita Contoh

Setiap orang yang berjumpa dengan Yu Youzhen pasti akan tertipu dengan penampilannya dan malahan mungkin mengira bahwa Ia harus dibantu. Bukan tidak ada maksud mengapa Yu melakukan pekerjaan ini, yang mana pekerjaan sebagai tukang sapu jalanan hanya di beri upah kurang lebih sekitar Rp 2,5 Juta/bulan sangat jauh dari harta kekayaannya. Kenapa Yu Youzhen melakukan hal ini?

Sejatinya Yu Youzhen terlahir dari keluarga miskin dan sejak kecil Ia terbiasa bekerja keras. Pada tahun 1980 Yu dan suaminya bekerja sebagai seorang petani sayur di kawasan Huojiawa - Wuhan. Dengan ketekunan dan keuletan mereka berdua, perlahan namun pasti, pasangan tersebut berhasil memiliki tabungan dan membangun 3 bangunan yang kemudian mereka sewakan untuk orang lain.

Dari hasil menyewakan 3 bangunan itu sebenarnya kehidupan pasangan suami istri ini terbilang sudah cukup untuk kehidupan sehari-hari. Suatu hal tidak disangka-sangka terjadi pada tahun 2008 silam, pemerintah Tiongkok mengeluarkan kebijakan baru yang berkaitan dengan lokasi perumahan rakyat.

Dengan dikeluarkan kebijakan tersebut, lokasi bangunan Yu Youzhen terkena gusur. Dalam proses penggusuran tersebut, Yu Youzhen dan suaminya mendapat ganti rugi berupa bangunan apartemen sejumlah 21 unit. Karena ingin tetap menekuni usahanya, 4 apartemen yang dimilikinya dijual sehingga mereka hanya memiliki 17 apartemen yang mereka sewakan sampai sekarang.

Cara Mendidik Yu Youzhen terhadap Anak-anaknya

Apa yang dilakukan Yu Youzhen mungkin bagi orang tua jaman sekarang ini dianggap sesuatu yang kurang kerjaan. Dengan harta yang dimiliki, harusnya mereka bersantai-santai dan memanjakan anak-anak mereka dengan harta dan kekayaan yang dimilikinya. Mungkin pikiran orang tua lainnya seperti itu! Namun, ini sebuah pelajaran hidup yang luar biasa dari seorang ibu, Yu Youzhen tidak ingin memanjakan anak-anak mereka dengan harta dan kekayaan.

“Saya ingin menjadi contoh bagi putra dan putri saya. Seseorang tak bisa hanya duduk di rumah dan memakan semua kekayaannya,” Kata Yu Youzhen

Dari pernyataan beliau ini bisa kita tangkap bahwa Ia ingin mendidik anak-anak mereka dengan memberikan contoh kehidupan nyata, bahwa memanjakan anak dengan harta kekayaan nantinya hanya akan membuat anak-anak tidak dewasa dan tidak mandiri. 

Tidak ada anak yang manja, yang ada adalah orang tua memanjakan anaknya

Bukan tidak ada sebab Yu Youzhen mendidik dengan cara tersebut, Ia melihat masalah disekitar lingkungannya. Kompensasi dari pemerintah tidak hanya keluarga Yu Youzhen saja yang menerima, tapi keluarga lain juga menerima kompensasi dari pemerintah tersebut. Dari hasil kompensasi tersebut, justru membuat mereka tidak siap mental. Uang yang didapat dipakai untuk berfoya-foya dan mabuk-mabukan, berjudi dan bahkan ada yang terjerumus ke narkoba.

Tidak ingin kedua anak-anaknya terjerumus ke hal tersebut, Yu Youzhen mendidik keras kedua anaknya dengan memberi contoh bekerja sebagai tukang sapu jalanan.

Tampaknya apa yang dilakukan oleh Yu Youzhen ini berbuah manis, pendidikan keras yang Ia contohkan kepada kedua anaknya ini membuka mata anak-anaknya untuk hidup tidak hanya berpangku tangan saja pada hasil kekayaan yang didapatkan tapi kita tetap harus bekerja keras.

Artikel lain : Sikap Adalah Cerminan Nilai Diri Kita, Maka Jaga Sikap Kita

Menurut kabar, sang putra sulungnya bekerja sebagai seorang sopir di kawasan Donghu dengan penghasilan kurang lebih Rp 3 juta per bulan, sedangkan anak perempuannya bekerja di sebuah perusahaan dengan gaji kurang lebih Rp 5 juta per bulan. Coba, apabila Yu Youzhen dan suaminya memanjakan anak-anak mereka dengan harta kekayaan mereka, apa yang akan terjadi pada anak-anak mereka? mungkin mereka hidup sama dengan keluarga lain terjerumus dalam dunia judi dan narkoba.

Renungan:
Apa yang dilakukan Yu Youzhen seorang ibu rumah tangga yang kaya raya dalam mendidik putra-putrinya ini bisa kita jadikan contoh dalam mendidik anak-anak kita. Jangan manjakan anak-anak dengan harta yang berlimpah, yang nantinya akan menjadikan anak kita manja dan tidak mandiri.

Kalau kita renungkan kembali, apakah kisah serupa ini bisa kita temui di Indonesia? Mungkin sangat sulit bahkan hampir mustahil. Ibu-ibu rumah tangga yang nota bene seperti Yu Youzhen sibuk dengan urusan mereka, arisan di mall, ngrumpi sana sini, dll. Namun, yang pasti dari kisah ini bisa kita sama-sama ambil hikmahnya adalah bagaimana usaha seorang ibu untuk bisa memberikan pendidikan secara langsung kepada anak-anaknya.

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memberikan pendidikan nyata kepada anak-anak kita, bisa juga tidak harus mencontoh apa yang dilakukan oleh Yu Youzhen. Kisah ini hanya sekedar memberikan inspirasi bagi kita sebagai orang tua, untuk sejak dini menyiapkan bekal pendidikan hidup bagi anak-anak kita. Tidak hanya sekedar pendidikan formal di bangku sekolah saja melainkan pendidikan di bangku sekolah kehidupan yang sesungguhnya!!!

Salam Blogger >> Sukses dan Sehat-Bugar
++ Heru'S ++

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2017 herusantosa[dot]com All Rights Reserved
back to top