Mar 28, 2017

Rusdi Kirana Pendiri Lion Air Mulai Karir Jualan Mesin Ketik

Posted by on Mar 28, 2017

Kesuksesan seseorang tidak bisa diukur dari pencapaian awal maupun kondisi yang dahulunya pernah dialami. Nyatanya tidak sedikit dari profil dengan kesuksesan luar biasa, yang dulunya justru memulai usaha dari hal yang sangat sederhana. Kondisi sulit dan juga beragam tantangan untuk mampu bertahan hidup, merupakan salah satu alasan mengapa mereka akhirnya bisa meraih kesuksesan besar saat ini.

Rusdi Kirana adalah salah satu pendiri maskapai penerbangan yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia yaitu Lion Air. Rudi Kirana bersama sang kakak Kusnan Kirana, mengembangkan bisnis mereka dari awal agar dapat memiliki perusahaan penerbangan, dengan modal pengalaman bisnis mereka di bidang pariwisata yang membuat mereka menjadi lebih percaya diri. Siapa sangkat dahulunya sebelum memulai bisnis wisata Rusdi Kirana pernah jualan mesin ketik untuk menyambung kehidupan ekonominya.

Namun berkat kerja keras dan juga visi untuk berkembang, perlahan Rusdi Kirana mampu membangun kerajaan bisnis Lion Air yang bernilai miliaran. Selengkapnya tentang inspirasi bisnis sang pendiri Lion Air bisa rekan-rekan simak pada artikel berikut ini.

Riwayat Bisnis Rusdi Kirana

Rusdi Kirana lahir dari keluarga yang bisa dibilang sederhana dan sangat akrab dengan perjuangan hidup. Dalam lingkup keluarga, ia dibiasakan untuk mampu berjuang dan berusaha jika menginginkan sesuatu. Mentalitas inilah yang akhirnya mengantarkan Rusdi muda mulai mengenal dunia bisnis.
Waktu itu ia berfikir hanya dengan menjalankan sebuah bisnis, baru bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik terutama dalam hal keuangan. Hingga suatu hari, ia diperkenalkan pada peluang bisnis yakni menjual produk mesin ketik yang memang saat itu masih populer digunakan. Lewat penjualan mesin ketik buatan Amerika tersebut, memang Rusdi sudah bisa mengantongi penghasilan sendiri. Namun pada kenyataannya pendapatan yang sebesar $10 per bulan kala itu dirasa masih jauh dari kata cukup.
Dari situ insting bisnis Rusdi Kirana digedor oleh kenyataan hidup yang mengharuskan ia untuk berkembang lebih baik lagi. Setelah berfikir dan mencari peluang usaha, akhirnya ia mantap menggarap peluang bisnis agen biro perjalanan. Bisnis tersebut tidak ia jalankan sendiri melainkan bersama dengan sang kakak Kusnan Kirana. Perlahan perusahaan biro perjalanan yang ia dirikan mulai menunjukkan Perkembangan positif seiring dengan tingginya minat dan juga keperluan akan bidang jasa tersebut.
Membangun Bisnis Lion Air
Setelah beberapa tahun mengembangkan perusahaan biro perjalanan, Rusdi Kirana kembali tertantang untuk membawa karirnya pada level yang lebih tinggi. Dengan modal besar yang berhasil ia kumpulkan dari perusahaan jasa biro perjalanan, secara mengejutkan Rusdi membangun sebuah perusahaan baru bersekala besar. Tak tanggung-tanggung, yang ia garap waktu itu adalah sebuah maskapai penerbangan.
Tepatnya pada bulan Juni tahun 2000, berbekal satu buah pesawat jet sebagai armada awal, Lion Air mulai mengudara di langit Indonesia. Namun tentunya perjalanan bisnis Rusdi Kirana tidak lepas dari beragam tantangan dan masalah. Tantangan terbesarnya adalah, banyak pengamat yang menyatakan bahwa langkah Rusdi Kirana membangun maskapai penerbangan bukanlah opsi yang terbaik.
Bahkan tak sedikit pihak yang meyakini bahwa perusahaan berlogo singa tersebut sulit untuk bertahan dalam waktu yang lama. Dari situ tantangan besar kembali dihadapi oleh Rusdi tatkala perekonomian Indonesia yang masih bergejolak. 
Melakukan Ekspansi Bisnis
Meskipun kondisi perusahaan terbilang masih belum cukup stabil, Rusdi Kirana terus berupaya untuk membuat terobosan terkait layanan jasa penerbangan lokal. Mengusung konsep penerbangan biaya murah, perlahan maskapai Lion Air mulai bisa membangun kepercayaan dari konsumen di Indonesia.
Dengan kondisi perusahaan yang mulai kondusif, perkembangan bisnis Lion Air juga terus meningkat tidak hanya dalam dalam hal kualitas namun juga kuantitas. Ini dibuktikan dengan keputusan besar Rusdi yang membeli lebih dari 200 unit pesawat Airbus dari perusahaan Perancis dengan nilai kontrak sebesar $24 miliar, setara dengan Rp 324 T.
Keputusan ini praktis menggoncang jagat ekonomi baik di tanah air bahkan hingga level mancanegara. Bagaimana tidak, di kala kondisi ekonomi global yang belum menentu, Rusdi Kirana berani melakukan investasi lewat pembelian pesawat Airbus dengan angka yang mencengangkan tersebut. Namun hasilnya bisa dilihat saat ini, terlepas dari beragam masalah seperti tragedi kecelakaan pesawat hingga pro kontra layanan penerbangan di Indonesia, perusahaan lion Air masih nampak kokoh bahkan tempat disebut sebagai merintis penerbangan komersil dengan biaya murah di Indonesia.
Menguasai hampir setengah dari pasar domestik di Indonesia, Lion Air kini sudah terbang ke-36 kota di Indonesia serta mancanegara. Hal tersebut yang akhirnya melejitkan pundi-pundi kekayaan Rusdi Kirana yang ditaksir mencapai $900 juta serta membawa dirinya masuk jajaran orang terkaya di Indonesia.
Kesimpulan
Kisah dari perjuangan Rusdi Kirana patutlah kita contoh bersama. Beliau tidak akan mencapai tingkat kesuksesan yang sungguh luar biasa ini tanpa adanya perjuangan keras. Selain perjuangan dan kerja keras, Rusdi Kirana juga mampu menangkap sebuah peluang dengan jeli. Kemampuan ini tidak didapatkan dalam hitungan detik dan menit, dan diukur dengan ijazah atau titel bukan, tapi kejelian dalam menangkap peluang bisnis ini didapatkan dari intuisi jwa wirausahanya yang sudah terbentuk dari dulu.


Salam Blogger >> Sukses dan Sehat-Bugar
:: Heru'S ::

1 komentar:

  1. Wahhh hebat perjuangan pak Rusdi.... keren!!!

    ReplyDelete

Copyright © 2017 herusantosa[dot]com All Rights Reserved
back to top