Oct 6, 2017

Tips Untuk Membangun Disiplin Diri

Posted by on Oct 6, 2017



Disiplin diri memiliki peranan yang sangat besar bagi setiap perubahan. Hampir semua perubahan besar di dunia ini berhasil di jalankan oleh para pemimpin besar yang menjunjung nilai disiplin tinggi. Kalau kita kilas balik lagi pada lembaran sejarah tempo dulu, para pelaku perubahan (change makers) memiliki sesuatu yang tidak banyak dimiliki oleh orang lain, yaitu self-discipline (disiplin diri).

Mereka semua sepakat, sebelum memimpin orang lain mereka harus mampu mengendalikan dirinya terlebih dahulu. Itulah yang dilakukan oleh FDR (Franklin Delano Roosevelt), para jenderal pemimpin perang besar di Pasifik, nabi-nabi besar pemimpin agama dan tentu saja para usahawan dan eksekutif terkemuka di dunia.

Tips untuk membangun disiplin diri (self-discipline) sebagai berikut: (dikutip dari buku CHANGE! karangan Bpk Rhenald Kasali)

1.  Mulailah dengan diri sendiri (start with your self). FDR dan para pemimpin besar duni memulai dengan dirinya sendiri. Kita semua pun harus demikian. Prinsipnya selalu harus melakukan introspeksi diri dan menuntut diri sendiri sebelum menuntut orang lain. Kita mulai dari diri sendiri, jika kita bisa mengatur diri sendiri kita tidak akan canggung untuk mengatur orang lain.

2.  Jangan berorientasi pada pesaing, berorientasilah pada pelanggan dan diri Anda sendiri. Selama Anda berorientasi pada pesaing, Anda akan cepat panik dan tidak melakukan apa-apa selain menunjukkan pada orang lain bahwa pesaing Anda "buruk rupa". Dengan kata lain, Anda cuma ingin memanipulasi 'pendapat'. Anda kelihatan hebat kalau orang lain terlihat bodoh. .Ini tentu tidak dapat dibenarkan, sebab ketika pesaing Anda hilang, yang terlihat bodoh hanyalah diri sendiri. Maka mulailah denga memikirkan pelanggan dan bagaimana memenuhi tuntutan-tuntutan mereka.

3.  Jangan menunda. Lakukan sedini mungkin (start early). Kita punya kebiasaan buru yaitu belajar di hari terakhir sebelum ujian, dan berpikir keras sesaat sebelum keputusan diambil. Di Meksiko, orang-orang berperangai buruk dikenal sebagai penganut Maniana (besok) Principle. "Kalau bisa dipikirkan besok, mengapa harus dikerjakan hari ini?" Nyatanya, hidup mereka tak pernah sejahtera.

Hal serupa juga banyak dijumpai disini. Segala sesuatu tidak dipikirkan sedini mungkin, melainkan baru sibuk kalau suatu musibah terjadi.Akibatnya, hasil yang dicapai tidak pernah optimal, dan banyak menghadapi kegagalan dan frustasi. Manusia yang cinta perubahan tak boleh menunda-nunda. Mereka harus menganut cara kerja orang besar: kerja keras, manajemen waktu, persisten (tahan uji), bertanggung jawab, dan bersikap positif, apapun juga situasinya.

4.  Mulailah dari hal-hal kecil (start smal). Hal-hal kecil yang Anda kerjakan sekarang akan menjadi pegangan Anda di hari esok. Kata orang bijak, langkah-langkah kecil akan menentukan langkah-langkah besar. Mulailah dengan rencana kecil, sekecil apa pun yang bisa Anda kerjakan, namun membuat Anda dan sekeliling Anda tumbuh. Perubahan tidak dapat dilakukan seketika menjadi lompatan besar, melainkan harus dimulai dengan hal-hal kecil di sekitar Anda.

5.  Mulailah sekarang juga (start now). Sekarang, bukan nanti selesai rapat, kalau semua sudah pulang, kalau sudah pensiun, dan seterusnya. Perubahan harus dimulai dari diri Anda sekarang juga! Mulailah dari sekarang jangan menunda lagi.

Kesimpulan:

Tips untuk membangun disiplin diri diatas adalah salah satu bentuk cara saja untuk membiasakan diri agar disiplin sejak dini. Pada dasarnya kunci kesuksesan adalah adalah disiplin diri. Jangan menunda kerjaan, merencanakan dan bertanggung jawab adalah kunci utama dalam melatih disiplin diri. Ada pepatah bijak yang masih terngiang dalam diri saya yaitu, "Jangan memberikan waktu luang di depan, tapi berikanlah waktu luang dibelakang". Maksudnya adalah kita jangan santai-santai dulu di awal, selesaikan kerjakan kita terlebih dahulu dan baru bersantai-santai di belakang.

Salam Blogger ~ Indonesia

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2017 herusantosa[dot]com All Rights Reserved
back to top